Mengaku Terkena Berita Hoax Wanita Ini Mendatangi Gerai Vaksin Binda Jateng di Dem


Animo masyarakat Kab Demak terhadap penyelenggaraan vaksinasi di gerai Binda Jateng di wilayah Kab Demak semakin hari terlihat semakin meningkat

Kabar14 (Demak) - Gerai Vaksinasi Binda Jateng di Wilayah Demak terlihat dipenuhi masyarakat untuk melakukan vaksinasi, dengan beberapa diantaranya ada yang baru melakukan vaksinasi dosis 2 namun selebihnya melakukan vaksinasi booster.

Permintaan vaksinasi Gerai Vaksin Binda Jateng di Jalan Pemuda no 1 Demak, tersebut banyak yang bertujuan untuk melakukan pemenuhan persyaratan perjalanan ke luar pulau seperti ke Kalimantan dan Sumatra.

"Saya kan mau pulang ke Sumatera, sehingga agar nanti tidak repot ditolak di Bandara, ya mending booster saja dahulu," ucap Sri Fatonah, warga Kedondong, memberi alasan mengapa pihaknya yang semula enggan melakukan booster akhirnya bersedia melakukan booster.

Keengganan yang sama dalam melakukan vaksinasi booster juga diakui oleh Masrofah (45), warga Wonosalam, Demak. Ia mengaku melakukan booster karena harus mengikuti sang suami yang mendapat panggilan pekerjaan sebagai pemotong hewan qurban di Kalimantan.

"Saat nanti Idul Qurban bapak'e ada kerjaan motong hewan di Kalimantan. Untuk itu kita sekeluarga melakukan vaksin untuk syarat terbang. Nek ora yo wegah," ucap Masrofah.

Perihal keengganan yang disampaikan Masrofah tersebut, dilatar belakangi akan kekawatirannya menderita demam dan sakit berhari hari setelah vaksin, terlebih Ia sempat mendengar bahwa booster menyebabkan hepatitis.

Namun setelah tenaga medis dengan sabar menerangkan bahwa hal tersebut tidak benar, serta mengatakan bahwa vaksin aman dan justru bisa menciptakan kekebalan komunal untuk mencegah terjadinya peningkatan Covid-19, Ia pun mengerti.

"Berarti yang katanya menyebabkan hepatitis itu mboten benar, njih. Saya terkena berita hoax ya," ucapnya mengakui.

Menyikapi berita hoax yang beredar di masyarakat, Binda Jawa Tengah, melalui Kolonel Inf. Ichwan selaku Kabagops Binda Jawa Tengah mengatakan bahwa tidak ada korelasinya antara vaksinasi dengan hepatitis akut. Ia  pun menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap berita hoaxs.

“Vaksinasi covid-19 tidak menyebabkan kasus hepatitis akut yang saat ini berkembang. Oleh karena itu masyarakat diminta untuk waspadai hoax, karena vaksin covid-19 yang ada di Indonesia saat ini aman dan halal digunakan," pungkasnya. (NSN)

Posting Komentar

0 Komentar